Cegah Penyebaran TB, Dinkes Barru Dorong Pembentukan Desa Siaga TB Melalui Germas

Dinas Kesehatan 12 March 2026
Cegah Penyebaran TB, Dinkes Barru Dorong Pembentukan Desa Siaga TB Melalui Germas

Barru – Dinas Kesehatan Kabupaten Barru terus memperkuat upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) melalui pendekatan lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan fokus pada pencegahan penyakit prioritas Tuberkulosis (TB) yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, bertempat di Aula Baruga Pettu Adae Lantai 6 Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Barru, Direktur RSUD, Kepala UPT Puskesmas, Kepala Labkesda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran penting dalam upaya pengendalian TB di Kabupaten Barru.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barru mendorong penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan penemuan kasus TB secara aktif sekaligus mendukung pembentukan Desa Siaga TB sebagai bagian dari strategi percepatan eliminasi TB di tingkat masyarakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Yusri Yunus, SKM., M.Kes, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian TB sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam menemukan kasus secara dini serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Penentuan sasaran suspek TB dan peningkatan persentase penemuan kasus menjadi indikator penting dalam pengendalian TB. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan deteksi dini,” ujar Yusri Yunus.

Ia juga menekankan pentingnya strategi Active Case Finding (ACF) serta gerakan TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) sebagai upaya utama dalam memutus rantai penularan penyakit TB di masyarakat.

Sementara itu, narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Whendy Wijaksono, Sp.P, menjelaskan bahwa penyakit TB masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

“TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada TB,” jelas dr. Whendy Wijaksono.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan lingkungan dan keluarga sangat penting agar pasien dapat menjalani pengobatan sampai tuntas sehingga dapat mencegah penularan kepada orang lain.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah-langkah strategis penanggulangan TB di Kabupaten Barru. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan capaian indikator kesehatan daerah serta mendukung penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen lintas sektor dalam penanggulangan TB, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang hadir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Barru berharap melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, upaya penemuan dan penanganan kasus TB dapat semakin optimal sehingga target eliminasi TB dapat tercapai.


← Kembali