Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Primer, Dinkes Barru Selenggarakan Pendampingan Mutu Puskesmas
Bidang Pelayanan & Sumber daya kesehatan
10 July 2026
Ardya Dwi Rahmasari, S.T.
Barru – Dinas Kesehatan Kabupaten Barru melalui Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli, bertempat di Hotel Remcy, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab (PJ) Mutu dari 12 Puskesmas se-Kabupaten Barru, serta dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang dan Kepala Subbagian di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Barru sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Selasa, 1 Juli pukul 14.00 WITA oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, Andi Pananrang, SKM., M.Epid. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara berkesinambungan. Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan seluruh Puskesmas mampu memperkuat tata kelola mutu, meningkatkan keselamatan pasien, serta memenuhi standar pelayanan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari dua narasumber yang berkompeten di bidang mutu pelayanan kesehatan, yaitu Ns. Esty Wahyuningsih, S.Kep., MKM. dari Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, serta Ilham I., SKM., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada sesi yang dibawakan oleh Ns. Esty Wahyuningsih, S.Kep., MKM., peserta memperoleh penguatan mengenai Manajemen Risiko di Puskesmas, Pengukuran dan Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) serta strategi peningkatan kepuasan pasien, dan Implementasi Budaya Mutu serta Audit Internal di Puskesmas. Materi menekankan pentingnya identifikasi dan pengendalian risiko secara sistematis, penerapan budaya mutu di seluruh unit pelayanan, pelaksanaan audit internal sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan, serta penguatan pelaporan indikator mutu sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan kualitas pelayanan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai regulasi terbaru yang menjadi landasan penyelenggaraan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, termasuk penguatan dimensi mutu pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, efektivitas, efisiensi, ketepatan waktu, dan kepuasan masyarakat.
Sementara itu, Ilham I., SKM., M.Kes. menyampaikan materi mengenai Indikator Nasional Mutu (INM) Pelayanan Kesehatan di Puskesmas, Implementasi Keselamatan Pasien di Puskesmas, serta Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) Pasca Akreditasi. Materi membahas pentingnya pengukuran indikator nasional mutu sebagai alat evaluasi keberhasilan pelayanan kesehatan, validasi dan analisis data indikator untuk perbaikan berkelanjutan, implementasi sasaran keselamatan pasien, serta penyusunan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) sebagai tindak lanjut rekomendasi hasil akreditasi. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme monitoring dan evaluasi PPS serta implementasi kebijakan nasional dalam mendukung pencapaian target mutu pelayanan kesehatan primer.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti sesi diskusi, studi kasus, serta pendampingan penyusunan dokumen mutu yang dapat langsung diterapkan di masing-masing Puskesmas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas Kepala Puskesmas dan Tim Mutu dalam mengelola sistem peningkatan mutu secara terintegrasi, mulai dari identifikasi masalah, analisis indikator, pelaporan, audit internal, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang berkelanjutan.
Kegiatan Pendampingan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas secara resmi ditutup pada Kamis, 3 Juli pukul 11.00 WITA. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barru berharap seluruh Puskesmas mampu mengimplementasikan budaya mutu dan keselamatan pasien secara konsisten, memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan primer, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Pendampingan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer dan pencapaian target Indikator Nasional Mutu di Kabupaten Barru.
← Kembali ke Berita